naega
suho
Jumat, 31 Januari 2014
Kadang 'ku berpikir bahwa 'ku sendirian
Benar-benar sendiri, tanpa Tuhan ataupun kawan
Orang-orang di dekatku seolah bebatuan
Hanya wajah-wajah yang tak kunjung usai dalam bingkai hiasan..
Dalam benakku, 'ku berjalan menuju kematian
Dunia dalam dunia terkurung layaknya kuburan
Pikiranku bisu, sebisu hela nafasku
Dan, seperti hela nafasku, Pikiranku habis sudah dalam ajalku
Pikiran itu membuatku ngeri,
Dunia di mana 'ku bisa masuki dan temukan peristirahatan
Batu yang mengantarkanku berkeliling jalan-jalan
Seorang tamu yang diterima dalam binar mata bahagia
Terima kasih Tuhan, 'ku memilikimu, sahabat, yang membuatku bertahan
Dan menjadi diriku seperti seharusnya...
“ hai “ kataku menyapa kedua orang sahabatku yang sedang duduk di teras kelasku “ hai ‘’ katanya padaku sambil tersenyum.
Aku pun duduk di samping mereka berdua kami pun bercerita dan tertawa bersama, tak lama kemudian datanglah tiga orang sahabatku yang lainnya sambil tersunyum dan mulailah kami kembali tertawa oleh hal-hal lucu yang di ucapkan oleh sahabta-sahabatku itu. ‘’ hari yang menyenangkan ‘’ gumangku sambil tersenyum.
“ ke kantin yuk “ ajak kristi pada kami semua.
“ oke lets go “ kataku sambil berdiri karna jujur perutku sudah laper banget hehe
***
“ ah kenyang “ kataku sambil meminun air yang ada dibotol gemgaman tanganku.
“ benar tu,aku setuju aku juga udah kenyang “ kata kristin sambil tersenyum penuh arti
“ iy kristi aku setuju banget aku juga udah kenyang “ kata Zahra padaku sambil memegang pundakku.
“ aku juga hahahaha,. “ kata quen sambil tertawa pelan.
“ hahaha,,,,, “ kamipu tertawa. Entah di mana lucunya tapi yah inilah persahabatan hangat, nyaman, bahagia dan indah.
“ ah sudah, aku lupa,,,” kata kristi sambil memukul dahinya pelan “ aku ada rapat osis bentar di aula sekolah aku pergi dulu ya bye,. “ kata kristi sambil berlari meninggalkan kami “ ya udah deh bye “ kataku sambil tersenyum. Kristi adalah salah satu anggota osis di sokolah kami.
“ eh it-itu aku juga mau pergi bentar bolehkan aku mau kesana dulu “ kata quen sambil menunjuk lapangan yang ada di tengah-tengah sekolah kami. Dan segera pergi sebelum aku menahannya.
“ ishh,.” Desisku sambil melihat kearah sahabatku yg tersisa dan berkata dengan memelas agar mereka juga tak pergi “ yah,, pergi semua deh… kalian juga gak akan pergi kan ?,, “ kataku menatap satu persatu pada Zahra , chelse dan dara.
“ hahahaha gak lah kita disini kok hmm…kita duduk di sana aja yuk “ kata dara sambil menunjuk tampat duduk yang ada di depan perpustakaan. Kami pun duduk disana.
Dara melanjutkan tulisan yang dibuatnya . yah kayak novel gitulah.sedangkan chelse dia hanya duduk sambil memperharikan keadaansekitar. Sedangkan Zahra, ia sedang berbicara dengan rara yang duduk d sampingnya. “ huhh bosan… “ kataku sambil melihat kesamping aku melihat beberapa bunga merah, dan aku juga ingat waktu kecil aku sering membuat bunga itu berangkaian ( kalung atau gelang tangan ) ku ambil bunga itudan mulai merangkainya.
**
“ yes hahaha selesai juga deh “ kata ku sambil berdiri dan berjalan kearah dara. Bunga itu seprti mahkota setelah aku rangkai menjadi beberapa bagian, aku meletakkan bunga itu di atas kepala dara ia pun hanya tersenyum padaku. Aku pun kembali memetin bunga itu dan kembali merangkainya.
Zahra mengambil rangkaian bunga itu, aku pun kaget dan membentaknya.
“ jangan ganggu aku ! Zahra !! “ kataku padanya dengan bentakan cukup keras
“ hahaha “ ia hanya tersenyum dan menembalikan rangkaian bunga itu kembali padaku. Aku pun mengambilnya dan mulai merangkainya kembali. Setelah selesai aku pun meletakkannya di kepala Zahra. Ia hanya tersenyum tipis dan diam.
“ kau kenapa ? “ tanyaku sambil duduk di samping Zahra . “ Zahra kenapa ya “ kataku dalam hati.
Tutttt tutttt tutttt
Bel sekolah berbunyi menandakan kami boleh pulang dari sekolah. Aku pulang bersama dara karena rumah kami satu arah.
***
Esok pagi …
“ hai za …” sapaku pada zahra ia hanya melihat kearahku dan berlalu begitu saja.
“ kenapa dia,,” kataku dalam hati sambil duduk di teras depan kelasku. Saat ini kami sedang classmeating jadi kami hanya bermain dan mengikuti beberapa perlombaan yang diadakan oleh pihak sekolah. Aku kembali teringat sikap Zahra tadi ‘ ada apa ya’ kataku dalam hati.
“ hei” kata Kristi, chelsae dan dara mengejutkanku.
“ ya. Kalian ini mengagetkan ku tau “ kataku dengan sedikit kesal karna kaget.
“ salah sendiri, pagi-pagi udah melamun aja, ada apa sih ? “ kata Kristi sambil duduk di depanku “ oh ya Zahra kenapa sih di sapa cuek aja tumben tu anak kayak gitu ? kata Kristi melanjutkan kta-katanya.
“ gak tau, mungkin aku ada salah mungkin sama dia “ kataku sambil menunduk.
“ sudahlah gak usah dipikkan dulu,mungkin aja gak kan ,,” kata quen menenangkanku.
“ benar tuh ” kata dara padaku “ iya deh “ kataku
***
Sela beberapa hari ini Zahra terus saja mendiamkanku. Aku hanya diam.walau dalam hati aku penasaran abis kenapa Zahra sampai diam pada ku “ aku salah apa y “ gumamku sambil meletakkan tasku di meja dan duduk di dalam kelas. Tak beberapa lama kemudian Zahra masuk dan duduk di kursinya, ia masih diam. Jujur aku merasa bersalah walau aku tak tau di mana salahnya tp aku yakin kalau aku salah . Zahra juga salah satu sahabat terbaikku selain quen,dara, Kristi, dan Chelsea .
Aku pun menghampiri zahra ke tempat duduknya “ za,, “ panggilku. hening, tak ada jawaban. Ia hanya diam dan menatap ku, kemudian berdiri dan berlalu begitu saja. Aku pun kembali memanggilnya dengan suara agak keras “ Zahra ! “ kataku, berhasil . dia pun berhenti, saat ini hanya ada aku dan Zahra. Aku menahan tangisku, aku benar-benar tidak tau dimana salahku sampai ia mendiamkanku beberapa hari ini.
“ kau membenciku atau ka marah padaku ?! “ kataku sambil melangkah perlahan mendekati Zahra.
“ katakana kalau kau membenciku “ kataku sedikit membentak pada Zahra. Aku tidah tau kenapa malah kat-kata itu yang keluar dari mulutku, padahal aku hanya ingin bertanya mengapa Zahra mendiamiku. Zahra, ia hanya menatapku tak percaya. saat ini ia sudah membalikkan badannya menghadapku, ini pertama kalinya aku dan Zahra saling diam, bahkan sampai seperti ini.
“ itu karna kau membenciku !!” kata Zahra padaku dengan bibir bergetar sepertinya ia menahan tangisannya
Aku hanya melongo mendengar apa yang dikatakan Zahra padaku. “ kapan aku membenci mu ” tanyaku
“ bukankah waktu itu kau mengatakan kalau aku jangan mengganggumu “ balas Zahra men jawab pertanyaanku. Aku berusaha mengingat apa yang dikatakan Zahra barusan padaku. Dan sekarang aku ingat, itu adalah kata-kata yang aku keluarkan pada saat Zahra mengambil rangkaian bunga yang aku buat beberapa hari yang lalu dan menjadikannya semacam gelang atau kalung.
“ Zahra, aku mengatakan itu agar kau tak mengambil rangkaian bunga itu , bukankah aku meletakkannya di kepala mu karna aku membuatnya untuk mu “ kataku sambil menatapnya
“ tapi kau membentakku dengan keras saat itu “ kata Zahra padaku, aku hanya bisa menunduk. Saat ini aku mati-matian mehan air mata di susut maku agar tidak melesat jatuh ke pipiku. Lalu kembali melihatnya dan berkata “ jadi karna itu kau mendiami ku dan membenci ku? “
“ iya ,, tapi “ ia tak melanjutka kat-katanya
“ iya tapi,,, tapi apa hahh ?” Tanya ku padanya . aku tak bisa menahan air mataku lagi. Kini air mataku mengalir keluar membasahi pipiku aku mendekat padanya, dan memeluknya ketika aku benar-benar di hadapannya
“ iya, tapi kan kau bisa berkata baik-baik padaku, hiks,,hiks “ katanya padaku dan memelukku juga. Aku melepaskan pelukan kami dan berkata “ jadi maafkan aku ya? Kau jangan mendiamiku lagi. “ kataku sambil tersenyum penuh arti.
Zahra tersenyum dan mengangguk sambil berkata “ berjanjilah kau akan jadi sahabat ku selamanya “ kata Zahra padaku. “ kita akan jadi sahabat selamanya, aku, dara, Chelsea, Kristi, quen dan kau “ koreksi ku padakata-kata Zahra. Ia hanya tersenyum. Kami pun kembali berbaikan dan menjadi sahabat selamanya.
Indah, isti, alvi, nisma, rizka dan aisyah
We are one
We are always forever
We are best friends
Aku tahu, "Tanpa sahabat, dunia ini hanyalah hutan belantara"
Atau tanah kosong di mana kita bisa terjebak dalam kesunyiannya
Seolah, terkubur dan terbelit dalam kegelapan
Tidak ada seorangpun menginginkannya, tak ada manusia bisa menanggungnya
Aku katakan, "Aku tak akan berpura-pura"
Sahabat setiaku adalah sahabat sejati sesungguhnya
Obat kehidupan yang tak bisa kuhabiskan
Yang takkan pernah bisa mati, selamanya
Dia mengatakan, "Sahabat palsu ibarat bayangan kita,
Tetap dekat di terang sinar sang surya
Namun pergi menghilang di teduh gulita
Tapi, kau tidak demikian, wahai sahabat terbaikku
Orang-orang datang dan pergi dalam hidupku
tapi engkau tinggalkan jejak kakimu dalam hatiku
kau mengukir sejarah dalam hidupku
Kau buat hari-hariku yang sunyi menjadi berwarna
Sahabat sejatiku selalu tahu kebenaran
Pun semua rasa sakit yang ada di diriku
Meski ku selalu berbohong pada orang lain
Di manapun, dan kapanpun itu
Untuk semua sahabat terbaik sejatiku
Ketika setiap orang mendengar apa yang kukatakan
Kala sahabat biasa mendengarkan apa yang kubilang
Hanya engkau, yang mendengarkan apa yang tak kuucapkan
Sahabat sejati adalah saudara kembarku
Yang Mungkin Tuhan lupa memberikannya padaku
SAHABAT SEJATIKU, KAU sungguh BERHARGA dan LANGKA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar